Seorang lelaki senantiasa mencari dan berusaha agar tulang rusuknya yang hilang bisa kembali ke dadanya, dan seorang perempuan mempunyai cita-cita dan keinginan besar agar ia bisa kembali ke tempat dimana dia bisa disandingkan dan melabuhkan sebagian kekurangannya di dada laki-laki.

Biarlah cinta yang sibuk menemukan cinta bagi sang pencinta yang mencintai yang dicintainya atas dasar kebesaran Sang Pemilik cinta sejati..

Kita tidak mencintai, kecuali kepada diri sendiri… Karena orang tidak jatuh cinta melainkan merasa dia layak untuk dicintai. Shg dgn itu ia memuji dirinya, dan mencintai dirinya. Sedang kepada orang lain entah apa namanya.

Benang tipis antara cinta dan nafsu: Nafsu memenjarakan, cinta membebaskan. Nafsu perlu pembuktian, cinta merelakan. Nafsu saat awalnya, cinta adl saat ditinggalkan. Bukan ‘aku cinta padamu’ tapi ‘aku bernafsu padamu’. Cinta ada ikatan, nafsu sangat liar. Cinta itu disahkan, nafsu dipaksakan. Manakah yang kita punya?

Ketika cinta menjadi dewa, makna nafsu menjadi semu… Ketika cinta banyak dipuja, geliat nafsu menjadi semakin memburu… Ah, kasihan si cinta…

Hanya cinta yang tulus yang memberi kekuatan. Sementara cinta yang diselimuti nafsu hanya akan melemahkan..

Cara terbaik untuk memahami adalah dengan mencintai. Dengan mencintai engkau menerima apa adanya..


Posted Under Category: Artikel


3 Responses to Antara Cinta dan Nafsu

  1. khaeroni says:

    I like this post

  2. mawi wijna says:

    Manusia itu sudah ditakdirkan hidup berselubung emosi dan nafsu. Tanpanya kita tak layak disebut manusia. Dengan demikian, kita hanya bisa menekan, bersabar, sampai sejauh mana emosi dan nafsu mencapai batas terdasar sehingga akal dan pikiran kita dapat bekerja secara rasional.

    Ah Cinta mas Onny, siapa manusia yang bisa mendefinisikan, menerangkan perasaan yang kerap berubah-ubah itu. Yang kita bisa lakukan hanya menikmati dan tetap terjaga untuk tak terbuai selamanya oleh Cinta.

  3. khaeroni says:

    Wah, selain jago matematika, juga jago memberikan definisi… Yah, layaknya para mathematician.. Yang terkadang membuat sebuah definisi hanya untuk konsep yang tengah digelutinya… Kadang definisi itu tidak berlaku bagi konsep yang lain, sehingga semua teorema dan aksioma hanya berlaku bagi ruang yang tengah dia operasikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Quranic Verse

Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. [Al-Mu'minun 23:15]


Categories


Portal Akademik


Portal E-Learning


My Affiliate



My Face-book


My Tweet


Yahoo! Messanger


My Count's