Hallo, semuanya? Ini adalah tutorial pertama saya, yaitu tentang dasar-dasar pemrograman database dengan delphi. Nah, pertanyaan pertama, kenapa harus pemrograman database? Kan bisa yang lain? Untuk saat ini, pemrogaman database emang lagi popular banget, dan kalo pemrograman ngga pake database kayaknya ngga laku gitu…

1. Format Database yang Didukung oleh Delphi

Delphi mendukung banyak format database. Delphi juga memiliki format database bawaan yaitu Paradox. Nah, dalam tutorial kali ini, saya akan coba membahas pemrograman database dalam format Paradox, Microsoft Access, dan MySQL.

2. Borland Database Engine
Pemrograman database pada Delphi memerlukan suatu mesin (engine) database yang dinamakan dengan Borland Database Engine (BDE). Melalui BDE inilah, kita dapat mengakses table database tanpa harus tahu format database yang sedang kita akses. Secara teknis BDE merupakan DLL yang berisi rutinrutin untuk membaca atau menulisi database.

Secara mudah, kita bisa menganalogikan BDE dengan ODBC (Open DataBase Connection). Bedanya BDE dirilis oleh Borland sedangkan ODBC dirilis oleh Microsoft. Bahkan kenyataannya, BDE juga mengakses sumber data dari ODBC. BDE mendukung beberapa macam format database, yaitu dBase, Paradox, Access, dan FoxPro.

‐ BDE Administrator
Ada sebuah utilitas yang digunakan untuk mengkonfigurasi BDE, yaitu BDE Administator. Untuk menjalankan BDE, kita bisa memilihnya melalui grup Delphi pada Start Menu atau melalui Control Panel.

Pada saat dijalankan pertama kali, BDE Administrator akan menampilkan jendela berisi dafatar database (atau disebut juga alias BDE) pada computer.

‐ Membuat Alias BDE

Membuat alias sama artinya dengan mendaftarkan path pada harddisk yang akan digunakan sebagai lokasi penyimpanan database kita. Disini, kita akan membuat alias dalam fixed drive. Untuk implementasi selanjutnya, kita membuat alias secara dinamis, yaitu ketika program dijalankan.

Nah, untuk membuat alias, pertamakali jalankan BDE Administrator, pastikan tab Databases yang aktif. Pilih menu Object – New. BDE Administrator akan menampilkan kotak dialog. Kita akan membuat alias untuk driver standard. Artinya, driver yang digunakan adalah dBase dan Paradox. Klik OK. Beri nama alias ini dengan “DATAKU”.

Langkah selanjutnya adalah menentukan path/direktori yang ditunjuk oleh alias tersebut, misalkan D:\DATAKU. Jika direktori tersebut tidak ada, BDE tidak membuat direktori baru. Oleh karena itu, jika belum ada, buat direktori tersebut melalui Windows Explorer atau yang lain. Langkah terakhir, pilih menu Object – Apply agar alias ini disimpan ke konfigurasi BDE.

‐ Membuat Alias BDE dinamis
Alias BDE yang baru saja kita buat, hanya dikenali di computer dimana kita membuat alias tersebut. Jika aplikasi dijalankan di computer lain, maka Delphi tidak mengenali alias tersebut (unknown alias). Untuk itu, aplikasi kita rancang sedemikan rupa sehingga aplikasi langsung membuat alias secara otomatis jika belum ada dan kemudian menghapusnya saat aplikasi selesai dijalankan. Sebagai catatan, pembuatan alias ini (baik melalui BDE Administrator maupun oleh program yang kita buat), hanya dapat dilakukan jika Delphi terinstall atau paket BDE terinstall pada computer. Oleh karena itu, saat mendistribusikan aplikasi database yang menggunakan komponen TTable perlu juga menyertakan BDE Engine, selain pembuatan alias secara dinamis tersebut. Kita akan membahasnya kemudian.
‐ Membuat Tabel pada Alias “DATAKU”
Kita baru saja membuat alias, tetapi belum membuat table‐tabel sehingga tidak bisa membuat aplikasi apapun menggunakan alias tersebut. Oleh karena itu, kita akan mencoba membuat sebuah table. Table tersebut berupa data mahasiswa yang menyimpan informasi mengenai NIM, NAMA, ALAMAT, TANGGAL LAHIR, JURUSAN, dan TAHUN MASUK.

Kita akan membuat table tersebut menggunakan utilitas yang disediakan oleh Delphi, yaitu Database Desktop. Untuk membukanya, buka grup menu Delphi yang terdapat pada Start Menu dan pilih Database Desktop.

Klik menu File – New – Table. Pada kotak dialog Create Table, pilih tipe table‐nya Paradox 5.0 for Windows. Klik OK.

Pada Jendela Filed roster, masukkan keterangan sebagai berikut
Field Name Type Size Key
NIM A (Alpha) 12 *
NAMA A (Alpha) 50
ALAMAT A (Alpha) 70
TGL_LAHIR D (Date)
JURUSAN A (Alpha) 15
THN_MASUK S (Short)
Sebagai catatan, untuk menentukan Type dari sebuah field, pada kolom Type, Anda bisa menuliskan sebuah huruf yang mewakili sebuah tipe data atau pada kolom Type, tekan tombol SPASI dan Database Desktop akan menampilkan sebuah popup yang berisi daftar jenis tipe data.

Perhatikan pada kolom Key untuk field NIM. Saya memberi tanda * yang artinya field NIM saya jadikan sebagai Primary Key. Cara menambahkan Primary Key, adalah dengan cara menekan tombol SPASI pada kolom Key. Untuk secondary key atau indeks, Anda bisa mendefinisikannya setelah pembuatan table selesai.
Untuk mengakhiri pembuatan Tabel, klik tombol Save – As. Pada kotak dialog Save Table As, tentukan nama table‐nya. Misalkan kita beri nama “mahasiswa” (tidak pakai tanda petik). Klik combo box Alias. Pilih alias yang baru saja kita buat, yaitu DATAKU. Terakhir klik save.

Untuk memastikan bahwa data sudah tersimpan. Buka direktori yang ditunjuk oleh alias DATAKU. Sebelumnya kita menunjuk direktori D:\DATAKU.

Terdapat dua buah file, yaitu mahasiswa.DB dan mahasiswa.PX. *.DB adalah file untuk menyimpan data‐data, dan *.PX adalah file untuk menyimpan informasi index (termasuk primary key). Tugas Anda selanjutnya adalah memasukkan data‐data mahasiswa melalui Database Desktop. AYO LAKUKAN!
Secara otomatis, setelah kita membuat struktur table dan menyimpannya, Database Desktop akan menutup semua jendela. Sebelum memasukkan data, Anda harus membuka table terlebih dahulu. Klik menu File – Open – Table. Pada kolom Alias, pilih DATAKU. Kemudian pilih nama table pada alias tersebut. Untuk menyisipkan data, table harus berada pada modus Edit. Caranya adalah dengan mengklik menu Table – Edit Data.

2. Membuat aplikasi Basis Data
Pada subbab ini, kita akan membuat aplikasi database sederhana menggunakan komponen TTabel. Untuk itu, buatlah sebuah Project baru dan letakkan sebuah komponen TTabel pada form. Komponen ini diambil dari komponen palette bagian BDE. Komponen TTabel akan menghubungkan program dengan table database melalui BDE.

Ada tiga property yang cukup penting dari TTabel, yaitu DatabaseName, TableName, dan Active. Property DatabaseName menunjukkan tempat dimana table basis data disimpan. Anda bisa mengisi property ini dengan alias database yang kita inginkan. Sebagai contoh, kita isi dengan DATAKU yang baru saja kita buat tadi.

Properti TableName adalah nama table database yang ingin diakses. Isilah property TableName dengan nama table database, misalnya ‘mahasiswa.db’. Setelah kedua property ini diisi, Anda sudah bisa mengaktifkan table database. Caranya, ubah property Active menjadi true.
Untuk menampilkan data yang terdapat pada table tersebut, tambahkan sebuah TDBGrid pada form. Komponen ini terdapat pada palette Data Control. Untuk menghubungkan TTabel dengan TDBGrid Anda membutuhkan komponen TDataSource yang terletak pada palette Data Access. Letakkan komponen ini pada form. Atur property DataSet dari TDataSource menjadi Table1 dan property DataSource dari TDBGrid menjadi TDataSource.

Jalankan Program, dan Anda telah membuat aplikasi database paling sederhana, yaitu membaca isi sebuah table berformat Paradox melalui Delphi menggunakan Komponen TTabel.


Posted Under Category: Pascal, Delphi, & Web


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Quranic Verse


Categories


Portal Akademik


Portal E-Learning


My Affiliate

Join 4Shared Now!


My Face-book


Twitter


Yahoo! Messanger


My Count's