Seorang lelaki senantiasa mencari dan berusaha agar tulang rusuknya yang hilang bisa kembali ke dadanya, dan seorang perempuan mempunyai cita-cita dan keinginan besar agar ia bisa kembali ke tempat dimana dia bisa disandingkan dan melabuhkan sebagian kekurangannya di dada laki-laki.

Biarlah cinta yang sibuk menemukan cinta bagi sang pencinta yang mencintai yang dicintainya atas dasar kebesaran Sang Pemilik cinta sejati..

Kita tidak mencintai, kecuali kepada diri sendiri… Karena orang tidak jatuh cinta melainkan merasa dia layak untuk dicintai. Shg dgn itu ia memuji dirinya, dan mencintai dirinya. Sedang kepada orang lain entah apa namanya.

Benang tipis antara cinta dan nafsu: Nafsu memenjarakan, cinta membebaskan. Nafsu perlu pembuktian, cinta merelakan. Nafsu saat awalnya, cinta adl saat ditinggalkan. Bukan ‘aku cinta padamu’ tapi ‘aku bernafsu padamu’. Cinta ada ikatan, nafsu sangat liar. Cinta itu disahkan, nafsu dipaksakan. Manakah yang kita punya?

Ketika cinta menjadi dewa, makna nafsu menjadi semu… Ketika cinta banyak dipuja, geliat nafsu menjadi semakin memburu… Ah, kasihan si cinta…

Hanya cinta yang tulus yang memberi kekuatan. Sementara cinta yang diselimuti nafsu hanya akan melemahkan..

Cara terbaik untuk memahami adalah dengan mencintai. Dengan mencintai engkau menerima apa adanya..